Tampilkan postingan dengan label TAGANA NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAGANA NEWS. Tampilkan semua postingan

LINTAS ALAM 2009 MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA

Banyuasin-Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke-81, Badan Pemuda & Olahraga Sumsel mengadakan kegiatan lintas alam yang dihadiri berbagai unsur kepemudaan seperti, KNPI, TAGANA, MAPALA, PRAMUKA, Pelajar SMA/SMK serta unsur lainnya. kegiatan yang dilaksanakan tanggal 26 oktober 2009 dilapangan Satuan Batalyon Infanteri 200/Raider Kab. Banyuasin ini dibuka resmi oleh gubernur Sumsel yang diwakili oleh Luri Elza Alex, SH., LLM. Dalam hali ni beliau berpesan agar para pemuda tetap bersatu karena pemuda adalah aset bangsa dan merupakan tonggak majunya suatu bangsa dalam mencapai pembangunan yang lebih baik, khususnya pembangunan di sumsel.

Rute yang dilalui berjarak 8 Km yang terdapat di wilayah Satuan Batalyon Infanteri 200/Raider memiliki berbagai halau rintang dari setiap masing-masing pos, seperti panjat tali, rawa-rawa serta berbagai kubangan lumpur dimana kami semua harus extra kerja keras dan hati-hati agar kegiatan ini dapat tercapai dengan baik.

Walaupun kegiatan yang meguras keringat dan tenaga, tapi banyak manfaat yang didapat seperti pengalaman fisik, pengenalan lapangan pun sangat bermanfaat dimana ini sangat penting bagi TAGANA khususnya.
Baca Selengkapnya..

KEBAKARAN MENGHANGUSKAN RUMAH DISUNGKI

PALEMBANG-Setelah beberapa saat gempa mengguncang PADANG, kali ini Kebakaran terjadi kawasan Sungki Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang, yang terjadi pada Pkl. 18.00 wib, hari ini. Hingga saat ini data sementara yang kami terima dari Posko TAGANA Sekitar 140-an unit rumah dan 740 Jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal karena hangus dilalap sijago merah. Musibah kebakaran ini terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk, Jl Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Simpang Sungki, Kertapati. Tetapi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya saja belum dipastikani asal titik api.

sempitnya ruas jalan menuju lokasi kebakaran tersebut ditambah hilir mudik warga sekitar dan warga yang ingin melihat, cukup menyulitkan mobil PBK untuk memadamkan kobaran api. Petugas PBK sendiri mengerahkan 20 unit mobil, dan dibantu pihak TAGANA yang kebetulan saat itu sedang bertugas sebagai team steaward pada pertandingan bola di Stadion Jakabaring. Bersama warga, TAGANA berusaha membantu memperlancar proses pemadaman api oleh PBK.

Sementara data yang kami himpun dari lokasi kejadian, Jumlah korban kebakaran di RT 30 sebanyak 30 KK sedangkan RT 58 sebanyak 60 KK.

Cukup lama api berkobar, akhirnya api berhasil dipadamkan. Namun sampai saat ini warga masih bingung dan panik atas musibah ini. Sambil menunggu proses tanggap darurat, sementara warga masih menggungsi di masjid, rumah kerabat, kantor lurah dan tenda-tenda sementara. Sedangkan petugas TAGANA yang berada dilokasi terus membantu warga dalam menyediakan tempat penampungan sementara sambil mendata jumlah kerugian.

Pasca kebakaran yang terjadi kemarin yang menghanguskan ratusan rumah di Kelurahan Oganbaru, Kertapati, Rabu (30/9), Bantuan untuk korban hingga hari ini, Kamis (1/10) terus mengalir dari berbagai komponen masyarakat. Sebelumnya pemerintah kota yang diwakili Bpk. H. Romi Herton (Wawako Palembang) memberikan bantuan 1000 nasi bungkus dan selanjutnya 2000 nasi bungkus untuk proses tanggap darurat pertama.

Bantuan juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel kepada korban yang diberikan langsung oleh Bpk. H. Eddy Yusuf (Wagub Sumsel) didampingi Hj. Ratnawati (Kadinsos Prov. Sumsel) dan H. MS. Sumarwan (Panglima TAGANA Prov.sumsel dan juga menjabat sebagai kabid Banjamsos Dinsos Sumsel). Sejumlah bantuan yang diberikan antara lain antara lain paket perlengkapan keluarga, selimut, kain sarung, baju kaos, Mie instan dan sebanyak 1000 Kg beras serta bantuan berupa paket makanan tambahan bayi dan perlengkapan bayi lainnya.

Pantauan di Posko Terpadu Kebakaran Sungki, sampai saat ini tampak pihak panitia sibuk menerima bantuan dari berbagai komponen masyarakat. Bantuan tersebut terus mengalir, seperti dari instansi swasta, pemerintah maupun bantuan yang diberikan langsung oleh warga.

Untuk membantu proses tanggap darurat, Dinas Sosial Prov. Sumsel dan kota Palembang menurunkan sejumlah personel TAGANA yang dibagi dalam beberapa tim Dapur Umum. (ajp)

sumber terkait taganaprovsumsel.blogspot.com

Baca Selengkapnya..

GEMPA MENGUCANG PADANG

PADANG-Beberapa waktu yang lalu Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Pariaman, Sumatra Barat, terjadi pada Rabu (30/9) Pkl. 17.16 WIB di sekitar 57 km arah Barat Daya PARIAMAN-SUMBAR (0.84 LS - 99.65 BT ) pada kedalaman 71 Km. Gempa dirasakan dengan kekuatan VI-VII MMI di Padang; IV MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli; III-IV MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa; II-III MMI di Duri - Riau dan Pekan Baru sedangkan di Jakarta tercatat sebesar II MMI. Selain itu juga dirasakan di Singapura, dan Malaysia. Dari data yang kami dapat di BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun warga harus terus berhati-hati.

Namun sesaat setelah gempa terjadi, Pasific Tsunami Warning Centre memperingatkan potensi tsunami bisa terjadi menyusul terjadinya gempa. Peringatan ini ditujukan kepada seluruh area pesisir Laut Hindia. Ada empat negara di yang diperingatkan, yakni Indonesia, India, Thailand, dan Malaysia.

Gempa dengan skala ricther 7,6 itu memang tergolong tinggi dan membuat warga kota Padang mengalami kepanikan, mereka berhamburan keluar rumah. Sebagai pembanding gempa di Tasikmalaya yang terjadi 4 September 2009, sekitar 7,3 skala ricther. Gempa kali ini berkaitan dengan tumbukan antara lempeng Samudra Hindia dengan Asia di Pantai Barat Sumatera.

Kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut cukup parah, sejumlah rumah warga ambruk bahkan gedung perkantoran dan mengalami retak-retak. Sejumlah kerusakan juga terjadi pada jaringan telepon kabel, hingga saat ini jaringan telpon kabel masih terputus. Humas Telkom membenarkan hal tersebut, dan mereka berupaya sesegera mungkin memulihkan jaringan tersebut agar komunikasi tetap berjalan lancar. Namun beberapa warga tetap bisa berkomunikasi dengan memanfaatkan jaringan lain yang tidak mengalami kerusakan.

Menyusul dampak gempa tersebut, sejumlah kebakaran juga terjadi di Padang. Gambaran umum tentang dampak gempa di Padang belum diketahui, termasuk kondisi di kawasan pemukiman sepanjang bibir Pantai Padang.

Sejumlah info yang kami pantauan dari TVOne, hingga saat ini berdasarkan laporan sementara korban jiwa akibat gempa di Padang mencapai 75 orang meninggal. Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, usai memimpin rapat kabinet terbatas bersama sejumlah meteri di rumah dinasnya di Jakarta. Sementara itu ribuan orang lainya masih terjebak di reruntuhan bangunan dan masih banyak lagi jumlah korban luka. Karena kondisi yang gelap dan hujan deras, membuat evakuasi sulit dilakukan.

Sementara ini sejumlah tim medis sudah diberangkatkan dari Medan dan Palembang. tidak hanya itu tenda dan rumah sakit darurat untuk merawat korban gempa sudah didirikan di sejumlah lapangan.

sumber terkait taganaprovsumsel.blogspot.com
Baca Selengkapnya..

GEMPA DI TASIKMALAYA

Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat 142 km Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 30 km terjadi pada Selasa (2/9) pada pukul 14.55 WIB. Dan sempat terjadi gempa susulan pada pukul 15.15 yang berkekuatan 5.1 SR, pada lokasi 138 KM Barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 38 Km. Tidak hanya itu guncangan gempa yang cukup kuat sempat dirasakan juga di beberapa tempat seperti Cianjur, Garut, Sukabumi, Bandung, Tegal, Jakarta bahkan Bali. Pihak BMKG sempat memberikan peringatan gempa tersebut berpotensi tsunami dan menghimbau warga agar agar waspada terhadap gempa susulan.

Intensitas dampak gempa yang membuat panik warga serta kerusakan yang terjadi diTasikmalaya cukup parah, sejumlah rumah warga hancur bahkan ada yang rata dengan tanah. Namun tidak halnya di Tasikmalaya Kawasan Jakarta pun sempat di panik dan terjadi dibeberapa titik seperti pemukiman warga, Kawasan Perkantoran, Rumah sakit, Pusat pembelanjaan bahkan Istana Kepresidenan serta kantor pemerintahan lainnya yang dibuat panik.

Sampai saat ini data jumlah korban yang diakibatkan oleh gempa masih belum lengkap, karena sejumlah warga masih berusaha mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan. Namun dari beberapa info yang kami dapatkan dari sejumlah media, yaitu :


TASIKMALAYA
4 korban meninggal dunia dan beberapa korban luka berat dan luka ringan dan 500 orang mengungsi. Sejumlah rumah mengalami kerusakan yang rusak berat sebanyak 33 unit dan aliran listrik padam serta jaringan komunikasi terputus.

CIANJUR
Laporan sementara 10 korban meninggal dunia dan sebagian besar bangunan bertingkat mengalami retak cukup besar di beberapa bagian serta beberapa buah kaca jendela pecah saat gempa terjadi. Sementara itu, sedikitnya puluhan rumah di Kampung Ciwalen, Desa Ciwalen, Kecamatan Warung Kondang, mengalami rusak parah. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap rumah yang jatuh diguncang gempa. Sedangkan retakan-retakan pada dinding banyak terdapat di rumah milik warga itu. Sebagian besar genteng rumah warga hancur berjatuhan. Diperkirakan mencapai 38 rumah lebih mengalami rusak berat akibat gempa,"

GARUT
sementara digarut gempa mengakibatkan 4 unit rumah penduduk roboh

SUKABUMI
Di Sukabumi dilaporkan, beberapa rumah mengalami keretakan yang cukup serius. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di Jl Ahmad Yani langsung macet total. Gempa juga terasa di Tegal, Jawa Tengah. Masyarakat sempat panik dan keluar gedung untuk menyelamatkan diri karena kerasnya guncangan. Selain dirasakan di Tegal, gempa juga dirasakan di semua di Pantura, termasuk Semarang.

BALI
Data BMKG Wilayah III Denpasar, intensitas gempa di Bali termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI). menurut Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Endro Tjahjono "Getaran gempa itu dirasakan seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita. Dan, sejauh ini memang tidak ada laporan adanya kerusakan"

Namun Gempa terasa beberapa lama, khususnya di gedung-gedung bertingkat. Sejumlah warga maupun karyawan yang bekerja di lantai dua terkejut. Lampu-lampu gantung bergoyang untuk beberapa saat.

"Dan sampai saat ini kami masih terus mengikuti perkembangan tentang gempa Tasikmalaya. serta lebih meningkatkan kewaspadaan."
Baca Selengkapnya..

PEMANTAPAN DAPUR UMUM LAPANGAN 2009

Sunday, 12 July 2009

PALEMBANG – Perwakilan dari 15 Kabupaten Kota Se-Sumsel Mengikuti Pemantapan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) Tahun 2009, peserta yang ikut terdiri dari unsur TAGANA dan dari perwakilan Dinas Sosial masing-masing kabupaten/kota. Acara yang diselengarakan oleh Dinas Sosial Prov. Sumsel dalam hal ini oleh Bidang Bantuan Sosial bertujuan untuk mendidik serta memberikan bekal pengetahuan mengenai Manajemen Dapur Umum Lapangan pada saat terjadi bencana.

Dalam Pengertiannya, Dapur Umum Lapangan diselenggarakan untuk menyediakan/menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada korban bencana dalam waktu yang cepat dan tepat. hal ini sesuai dengan Kepres RI no.28/1979 tentang Bakornas PBA dan Kepres RI no.43/1990 tentang Bakornas PBP. Landasan yang diambil dalam kegiatan Dapur umum lapangan yaitu Disaster Handbook LORCS, Buku pedoman penanggulangan korban bencana serta Buku Pedoman Dapur Umum Lapangan.

Kegiatan yang diadakan selama beberapa hari ini, dibuka secara resmi pada tanggal 10 Juni 2009 oleh Dra. Hj. Ratna selaku Kepala Dinas Sosial Prov. Sumsel. Selanjutnya kegiatan ini diisi dengan beberapa materi mengenai manajemen dapur umum lapangan, materi mengenai menu dan gizi dapur umum lapangan pada saat terjadi bencana serta praktek langsung dapur umum lapangan dan beberapa kegiatan kesamaptaan.

Tidak hanya itu, kegiatan ini dimeriahkan dengan penyalaan api unggun dan beberapa aksi teaterikal serta hiburan dari tiap peserta. Kegiatan ini juga ditutup secara resmi oleh
Kabid Banjamsos Dinsos Sumsel Drs. MS. Sumarwan. MSi
Baca Selengkapnya..

BANJIR BANTUAN PASCA KEBAKARAN 5 ULU

Thursday, 11 June 09

PALEMBANG, Pasca kebakaran Lr. Keramat yang lalu sejumlah bantuan mengalir dari tiap instansi pemerintah, swasta maupun bantuan dari pribadi warga yang merasa ikut terpanggil untuk mengurangi duka yang melanda korban kebakaran. Minggu yang lalu
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, memberikan bantuan kepada korban kebakaran, "Kami memberikan bantuan sembako bagi para korban kebakaran di empat RT di Kelurahan 5 Ulu ini," kata Alex Noerdin pula. Menurut Gubernur Alex Noerdin, pada musim kemarau akhir-akhir ini memang warga kota itu harus berhati-hati apalagi dengan api rokok terutama di kampung yang banyak terdapat rumah tua dan rumah kayu, karena sedikit saja lengah membuangnya bisa menimbulkan kebakaran. Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga menjanjikan kepada para korban kebakaran ini, menjadi prioritas dalam peruntukan pemilik seribu rumah murah yang disediakan di Jakabaring.

Selain itu juga Pemerintah kota melalui Walikota Palembang, Bpk. Ir. H. Eddy Santana Putra, MT meyerahkan bantuan kepada perwakilan korban kebakaran.
Bantuan tersebut berupa uang tunai Rp 1 juta/ KK dan beras 2.550 kilogram serta makan nasi bungkus selama dua hari yang sampai saat ini jumlah korban kebakaran tersebut terdata 176 KK, 687 jiwa. Dalam sambutannya Eddy Santana menyatakaan keeprihatinannya atas musibah kebakaran tersebut. Eddy menghimbau warga tetap sabar dan tawakal menerima cobaan ini. Eddy Santana juga menghimbau kepada masyarakat untuk waspada bahaya kebakaran apalagi di musim panas sekarang. "Kalau ada kebakaran warga setempat harus segera dibantu untuk memadamkannya secepat mungkin sebelum petugas Dinas Penyelamatan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran tiba di lokasi," ujar Eddy Santana.

Guna membantu korban kebakaran tersebut, telah diturunkan pula sebanyak 50 orang Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang berasal dari Dinas Kesejahteraan Sosial Sumsel dan Kota Palembang. Pantauan dari lokasi kebakaran, TAGANA membantu korban dengan mendirikan Posko Korban Kebakaran serta Posko Dapur Umum. Hal ini diupayakan untuk membantu korban yang belum mempunyai tempat tinggal, serta dengan dengan adanya Dapur Umum ini akan memudah pendistribusian bantuan makanan kepada korban.

Selain itu juga bantuan yang diberikan melalui Dinas Kesejahteraan Sosial Sumsel kepada korban kebakaran, antara lain paket perlengkapan keluarga, selimut, kain sarung, baju kaos, dan sebanyak 3,5 ton beras serta bantuan berupa paket makanan tambahan bayi dan perlengkapan bayi lainnya, kata Drs. MS. Sumarwan. MSi,
Kabid Banjamsos Dinsos Sumsel.

Pantauan di Posko kebakaran kawasan Kelurahan 5 Ulu Palembang, sampai saat ini, tampak pihak panitia sibuk menerima bantuan untuk disalurkan kepada para korban kebakaran yang mengakibatkan 687 jiwa warga kehilangan tempat tinggal. Bantuan tersebut terus mengalir, seperti dari PKK kota Palembang, PMI Prov. Sumsel, serta beberapa instansi swasta lainnya yang ikut membantu.

Di sisi lain, Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Sosial Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial (Depsos) RI, Drs Moch Helmi didampingi stafnya, tadi (11/06), meninjau langsung korban kebakaran 5 Ulu. Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinsos Sumsel Dra Hj Ratnawati, Kabid Banjamsos Dinsos Sumsel Drs. MS. Sumarwan. MSi dan jajarannya.

“Ini bukan bencana alam, tapi bencana sosial karena kebakaran ini disebabkan karena ulah manusia. Karena jumlah rumah yang lebih dari 50 unit, maka menjadi kewajiban Depsos untuk ikut membantu,” ungkap Helmi, kepada wartawan.


Ia mengungkapkan, ada rencana rumah para korban kebakaran tersebut dibangun dengan tiang beton. Ini karena letak pemukimannya di pinggiran sungai. Namun, hal itu masih akan dikaji lebih lanjut sesuai dengan kondisi di lapangan.
Nilai bantuan material bangunan untuk rumah setiap kepala keluarga (KK) besarnya antara Rp5 hingga Rp15 juta. Bantuan tersebut tidak didasarkan pada besar kecilnya rumah yang terbakar, namun pada jumlah rumah.

Bantuan itu sendiri, menurut Helmi, sifatnya stimulan. Artinya, pemprov bisa memberikan tambahan bantuan jika masih ada kekurangan yang dirasakan para korban. “Artinya, bisa sharing juga dari provinsi,”
Baca Selengkapnya..

GUBERNUR TINJAU DEMPO


PAGAR ALAM – Untuk mengetahui langsung aktivitas Gunung Api Dempo, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH rencananya hari ini (3/6) sekitar pukul 08.00 WIB akan berkunjung ke pos pengamatan gunung di Dusun Dempo Makmur Kecamatan Pagaralam Utara. Wako Pagaralam Drs H Djazuli Kuris MM didampingi Kabag Humas dan Protokol Satarman SE, dalam kunker gubernur akan didampingi Asisten Pemerintahan, Kadis Perhubungan dan Kominfo, Kadis Sosial, Kadis PU, Kepala Biro Otonomi dan Kerjasama, Kepala Biro dan Humas, Kasat Pol PP dan pejabat lainnya.

Kunker ini terkait peningkatan status Dempo dari level I atau aktip normal menjadi level II waspada. ‘’Kita sendiri sudah melakukan langkah antisipasi, seperti menyiapkan lokasi evakuasi, menyiagakan kendaraan operasional, pendataan daerah yang dekat dengan lereng gunung api, dan menutup jalur pendakian serta langkah antisipasi lainnya.
Sesuai laporan pos dempo, terjadi peningkatan aktivitas Dempo dengan terjadinya letusan yang menyemburkan hujan abu dan kepulan asap.

doc.sumeks

Baca Selengkapnya..

GUNUNG DEMPO MELETUS

PAGAR ALAM - Bukan bermaksud menakut-nakuti warga Pagaralam dan sekitarnya namun Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Slamet punya prediksi kuat tentang aktivitas gunung berapi itu. Jika gempa tremor berkekuatan 15 milimeter terus terjadi ditunjang gempa tektonik dan vulkanik maka kemungkinan besar gunung api itu akan meletus.

Pasalnya, sejak terjadinya letusan freatik, Kamis (21/5) pukul 15.59 dengan amplitude 49 yang berlangsung selama 300 detik hingga, Senin (25/5) terus terjadi gempa tremor. Bahkan kekuatan gempa tremor itu mencapai 16 milimeter. Slamet mengaku bingung membaca aktivitas Gunung Dempo dalam beberapa hari terakhir ini. Gempa tremor yang terus menerus tidak diiringi gempa vulkanik dan tektonik.

Hanya pada 23 Mei terjadi 1 kali gempa tektonik jauh, 1 kali vulkanik A dan B ditambah 1 kali embusan. Setelah itu gempa tremor. Dengan demikian membuat pihaknya terus meningkatkan pantauan dan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi Bandung. Slamet mengimbau kepada masyarakat termasuk para pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berdekatan langsung dengan puncak Dempo. Sebab, saat ini aktivitas Gunung Api Dempo terus terjadi sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi hal-hal lain yang kemudian dapat membahayakan pendaki.

Ditambahkan Mulyadi, saat ini kondisi alat seismik yang terpasang di puncak Dempo dalam kondisi baik karena masih mengirim sinyal ke seismograf. Meskipun sempat tertutup belerang akibat letusan freatik, lanjut Mulyadi, jika hujan alat tersebut akan kembali bersih. Risikonya alat itu bisa berkarat.

Kaban Kesbang Linmas dan Penanggulangan Bencana Alam Pemkot Pagaralam, H Hamlian Masir SH yang dihubungi terpisah mengungkapkan, untuk saat ini semua sudah disiagakan bila kemungkinan terjadi bencana alam tidak terduga. Termasuk kemungkinan Gunung Dempo meletus. Pintu masuk ke puncak Dempo juga semakin diperketat agar para pendaki yang ingin naik ke puncak tidak mendaki. “Kami dalam kondisi siaga. Kami juga sudah menyiapkan Sarkorlak pengendalian bencana. Mulai dari kelurahan hingga tingkat kota. Siapa pun dilarang keras mendaki. Kami khawatir gunung akan meletus. Sebab sebelum mengeluarkan abu Gunung Dempo sempat menyemburkan api warna merah,”ungkapnya.

Sejarah letusan Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi sebanyak 20 kejadian letusan. Letusan terakhir terjadi pada 26 September 2006, frekuensi letusan tidak teratur, periode istirahat dan periode letusannya tidak tetap. Jangka waktu terpendek istirahatnya satu tahun sedangkan periode terpanjangnya 26 tahun.

Karakter letusan gunung itu berupa letusan freatik yang berlangsung tiba-tiba dalam waktu singkat. Sifat letusan Dempo selalu mengeluarkan lumpur belerang, piroklastik halus dan air dari danau kawah yang cukup membahayakan bagi daerah sekitarnya. Dampak bahaya letusannya umumnya bersifat lokal dan tersebar di sekitar pusat letusan.

doc. sripo

Baca Selengkapnya..

PESAWAT HERCULES C-130 JATUH DI MADUN

Kecelakaan pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 milik TNI AU yang terjadi di Desa Geplak, Karas, Megetan, Jawa Timur, Rabu (20/5) pagi ini, diawali dengan copotnya salah satu sayap pesawat. Kesaksian ini diungkapkan Agus Yulianto, warga Desa Geplak yang sempat melihat proses sebelum jatuhnya pesawat sekitar pukul 06.00 pagi. Menurut Agus, sejak sekitar dua kilometer arah utara dari lokasi kecelakaan, pesawat sudah terlihat oleng. “Ada yang berjatuhan, seperti mur dan baut dari pesawat itu. Juga ada asap dari bagian pesawat itu,” kata Agus. “Terus sekitar 500 meter sebelum pesawat jatuh, salah satu sayap copot. Pesawat makin menukik dan akhirnya jatuh menimpa dua rumah.

Di lapangan, warga sekitar masih memadati lokasi kecelakaan. Belum diperoleh informasi resmi mengenai jumlah korban yang tewas dalam musibah ini. Namun, sejak pagi tadi, petugas dari TNI AU, Polwil Madiun, dan Polres Magetan bergantian mengambil janazah dari lokasi kejadian. Informasi sementara dari RS Iswahyudi, dari 70 korban yang dilarikan ke rumah sakit, 57 di antaranya dipastikan tewas. Adapun dari dua rumah yang tertimpa pesawat, ada satu korban yang dipastikan tewas. Kedua rumah itu dihuni sembilan orang, dalam kondisi kedelapan lainnya belum diketahui nasibnya.

Selain itu, juga tidak ditemukan kartu identitas sehingga menyulitkan petugas untuk mengidentifikasi korban. Petugas hanya mengandalkan pakaian atau asesoris yang dipakai korban tewas sebagai acuan untuk mengidentifikasi. Sementara itu, Direktur Utama RSUD dr Soedono, Madiun dr Dodo Anondo MPH mengatakan dari 15 korban yang selamat, 11 orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono, Madiun. Sedangkan empat lainnya dirawat di RS TNI AU Lanud Iswahyudi. “Ada lima korban, di antaranya mengalami luka di bagian kepala dan gegar otak, bahkan ada yang perlu menjalani CT-Scan,” katanya.

Ke-11 korban yang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun adalah Mayor Lekahena (41) co-pilot dirawat di ruang ICU, Ny Mia (30) dioperasi di ruang ROD, Umi Kusuma (25) dioperasi di ruang IPI (instalasi perawatan intensif), Mr X (40) dirawat di ruang ICU, Jeri (3) dioperasi di ruang IPI, Prada Purwanto (24) asal Sewon Bantul, Yogyakarta dirawat di ruang ROD. Selain itu, Angga (balita) dirawat di ICU, Warsito (35) asal Sukoharjo, Jateng yang dirawat di ruang ROD, Sulasmin (30) penduduk yang rumahnya tertimpa pesawat dirawat di ruang ROD, Serka Susanto (33) asal Ngawi, Jatim dirawat di ruang ROD, serta Mayor Dedi Fahrudin. “Empat korban selamat lainnya yang dirawat di RS TNI AU Lanud Iswahyudi yakni Serka Agus Juwarsa, Serka M Saputra, Serma Rudi, dan Anggun (2),” katanya. Angga yang mengalami gegar otak terlihat siuman dan menangis sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu. “Kasihan anak itu, ibunya tewas dan dua kakaknya juga tewas. Sedangkan ayahnya tugas di luar Jawa,” kata salah seorang perawat di rumah sakit itu.

Hingga Rabu malam penyebab jatuhnya pesawat Hercules itu belum diketahui. “Penyebabnya belum diketahui, karena masih diselidiki TNI AU,” kata Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno SIP MSc setelah menengok 11 korban selamat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono, Madiun. Ia mengatakan rute penerbangan yang sudah rutin itu dari Halim Perdanakusumah (Jakarta), Lanud Iswahyudi (Magetan), Lanud Hasanuddin (Makassar), dan berakhir di Lanud Biak (Papua). “Penerbangan rutin itu dilakukan untuk patroli dan cek udara dengan mengikutsertakan sejumlah anggota TNI AU, keluarga warga sipil yang kembali ke lokasi temnpat tugas yakni Malang, Madiun, Makassar dan Biak,” katanya.

Namun, kata dia, pesawat Hercules yang jatuh di persawahan di Magetan itu tidak sedang dalam posisi untuk melakukan pendaratan. Sementara itu, Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Jakarta mengatakan jatuhnya pesawat angkut jenis Hercules C130 milik TNI AU ini terjadi akibat tidak adanya anggaran yang cukup untuk pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Indonesia.

“Itu akibat tidak diberikan porsi yang cukup untuk alutsista kita. Alutsista yang dimiliki TNI-AU sebagaian besar sudah tua usianya, dan dibeli ketika zaman (alm) Jenderal M Jusuf. Karena itu ke depan anggaran alutsista harus segera dipenuhi,” katanya. Apalagi, kata wapres, untuk pesawat angkut jenis Hercules tidak hanya digunakan untuk perang, tetapi juga untuk tugas-tugas kemanusian pada masa damai. Senada dengan itu, anggota Komisi I (bidang pertahanan dan luar negeri) DPR RI Yuddy Chrisnandi mengatakan jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di Desa Geplak, Magetan tersebut merupakan konsekuensi penggunaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah tua.

“Kita prihatin. Jatuhnya pesawat Hercules adalah musibah yang apabila dirunut sebagai konsekuensi penggunaan alutsista udara yang sudah berumur tua, serta ketidakcukupan biaya perawatan.” katanya. Tiga hal yang menjadi faktor penyebab jatuhnya Hercules C-103 karena umur alutsista tua, minimnya anggaran perawatan dan adanya kemungkinan suku cadang pesawat yang dikanibal.

Baca Selengkapnya..

HUT Provinsi Sumsel

HUT Provinsi Sumsel Ke 63 tahun 2009 dimeriahkan sejumlah acara dan lomba. salah satunya jalan sehat yang diikuti seluruh unsur, meliputi sekolah negeri/swasta, universitas, instansi pemerintah, serta unsur organisasi kepemudaan. Acara yang diadakaan di halaman Kantor Gubernur SumSel pada Minggu, 10 mei 2009 sangat meriah.

Tak ketinggalan tagana yang diundang sebagai
peserta jalan santai ikut memeriahkan hut pov. sumsel ini. sejumlah hadiah yang ditawarkan menambah semangat dan kemeriahan acara.

HAPPY BIRTDAY'S SUMSEL


Baca Selengkapnya..

SiJago Merah Kembali Mangamuk

ImagePALEMBANG – Si jago merah kembali mengamuk di permukiman padat penduduk di Jl Masa Jaya, RT 28/02, Kecamatan SU II, Palembang, Minggu sekitar pukul 17.00 WIB. walaupun ditengah hujan deras 2 unit rumah dan bedeng bertingkat 16 pintu, ludes terbakar berikut isinya. Bahkan salah seorang penghuni rumah, juga terluka bakar hingga terpaksa dilarikan ke IGD RS Muhammadiyah Palembang. Dalam upaya memadamkan api, sempat terjadi insiden keributan kecil antara warga dan petugas PBK Kota Palembang. Ketegangan itu akhirnya bisa diredam, setelah polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun menurut salah seorang warga, dia mengatakan penyebab kebakaran tersebut diduga berawal dari insiden meledaknya mobil sedan Toyota Starlet bernopol BG 295 LP milik Erda. Mobil itu diparkirkan di depan rumah, dan sedang diperbaiki. “Tiba-tiba saja mobil Erda meledak, apinya langsung menyambar rumah dan menjalar juga ke bedeng milik Pak Ali, ketua RT 28,”. Untuk jumlah kerugian, belum bisa ditaksir atas peristiwa tersebut. Namun yang pasti, tak kurang dari sekitar 50 mahasiswa yang indekos di bedeng milik Ali, dipastikan kehilangan tempat tinggal dan barang-barangnya.

Api sendiri baru berhasil dipadamkan, satu jam setelah kejadian berkat disirami warga dengan peralatan seadanya dan kedatangan sedikitnya 10 unit mobil PBK Kota Palembang. Setelah api berhasil dipadamkan anggota Tagana mengumpulkan data-data kejadian untuk dilaporkan kepada Dinas Sosial Kota Palembang, yang selanjutnya akan meneruskan untuk memberikan bantuan sesuai jumlah data yang ada. Baca Selengkapnya..

Pemantapan Tagana Sumsel 2009


PALEMBANG- Hari ini 21 april 2009 aula asrama haji beda dari biasanya, halaman dipenuhi anggota berbaju coklat dan biru. Tamu-tamu penting pun satu persatu mulai berdatangan dan tampak mobil Rescue, mobil dapur umum, truck pengangkut, SeaBoat, Tenda Family & Pleton beserta alat-alat yang mendukung misi penanggulangan bencana berjejer rapi disamping aula. Tim yang bertugaspun bersiap untuk menyambut Bpk. Eddy Yusuf (Wagub Sumsel) yang dalam hal ini akan membuka secara resmi pelatihan pemantapan Tagana Sumsel 2009 serta pemberian secara simbolis uang insentif dan asuransi jiwa kepada anggota Tagana yang aktif sebanyak kurang lebih 800 anggota Se-kabupaten kota di Sumsel serta pemakaian simbolis baju Tim Koordinasi Tagana dan pemberian bantuan kepada Tim pendamping Korban Tindak Kekerasan.

Ditemui dlm acara, insentif inipun diberikan setiap triwulan, "kata Kadinsos Prov. Sumsel" Ibu Hj, Ratnawati,

Baca Selengkapnya..

Kebakaran Sekip Bendung

ImagePALEMBANG – Si jago merah, kembali mengamuk. Kali ini meludeskan 3 rumah plus 3 bedeng di kawasan Jl Rawa Bendung, RT 23, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II, Senin (20/4) sekitar pukul 12.20 WIB. Bangunan tempat tinggal yang terbakar itu masing-masing milik Rohima, Muhit Nirwani, Budiman Usman, dan Rohaman. Asap hitam yang mengepul tinggi disertai kobaran api, tak pelak membuat panik warga setempat. Apalagi ditambah hembusan angin kencang, tambah membuat panik warga yang rata-rata rumahnya terbuat dari kayu. Dengan peralatan seadanya warga bahu-membahu berusaha memadamkan api dari air di sungai, sembari menanti kedatangan petugas PBK Kota Palembang. Asal api diduga karena konselting listrik salah satu rumah korban kebakaran. Bersamaan bunyi sirine mobil PBK, Tim Koordinasi Tagana Kota Palembang pun langsung memonitor radio memastikan lokasi kejadian. setelah informasi didapat, anggota tagana langsung meluncur ke lokasi sembari contact dengan anggota yang lain. Ditemui dari tempat kejadian bersama warga anggota Tagana dan PBK bahu membahu memadamkan api sambil anggota yang lain mengumpulkan data yang kemudian akan diteruskan kepada Dinas Sosial Kota untuk memberikan bantuan. Sekitar dua jam kemudian, api berhasil dipadamkan setelah kedatangan tak kurang dari 10 unit mobil PBK Kota Palembang, dipimpin Kasi Operasional Edi Mulkan.

Selang Beberapa jam, Pkl. 17.00 Dinas Sosial Kota memberikan bantuan yang dalam hal ini melalui Bpk. Bambang bersama Tagana memberikan langsung kepada korban kebakaran, sebanyak 8 KK terdiri dari mie, roti, alat masak, pakaian dll



Baca Selengkapnya..